Seminggu setelah lebaran, Dhika dan temen-temannya berniat akan menjenguk Riki, pacar sahabatnya yang bernama Sherly. Rumah mereka tidak terlalu jauh, jadi mereka memutuskan untuk berjalan kaki menuju rumah Riki. sesampainya dirumah Riki dia bingung melihat kedatangan teman - temannya itu. Lama mereka bercengkrama, tiba-tiba datang lagi dua cowok kerumah riki. Mereka adalah Ervin dan Wawan, mereka merupakan alumni SD-SMP dika dan sherly. Saat itu Ervin dan Dika saling bertatap muka, kemudian Ervin dengan gaya playboynya langsung minta nomer HP dika. Sudah lama mereka berbincang-bincang hingga waktu menunjukkan jam sembilan malam. Adik Dika pun mengajak pulang, akan tetapi Dika ditarik tangannya sama Ervin. Ervin menggenggam tangan dika dengan eratnya, seakan tidak mau kalau Dika pergi. Dkhirnya dika tinggal lebih lama dirumah Riki, dan pulangnya diantar sama Ervin yang benar-benar malu-maluin Dika. Berani-beraninya dia megang tangan Dika dari rumah Riki sampai rumah Dika, padahal Ervin sendiri tau kalau ika mantan Bima yang terkenal kejam pada semua cowok yang coba-coba mendekati Dika.
Keesokan harinya, Sherly pamitan sama Dika karena dia akan kembali kerumahnya diJakarta. Hari itu Dika benar-benar merada kesepian banget tanpa sahabat yang selalu bersamanya. Hingga malam harinya, tiba-tiba Ervin datang kerumah Dika bersama Wawan, dia berniat mengajak dika menonton konser dekat rumahnya. Sebenarnya Eika nggak terlalu suka dengan acara seperti itu, tapi karena dirumahnya juga tidak ada orang, dika terpaksa ikut. Dikonser itu Ervin benar-benar jagain Dika, karena dia tahu kalau dika paling gak suka keramaian. Waktu sudah menunjukan pukul 01:00 wib, dan kini saatnya dika pulang kerumah karena sudah larut malam.
Dua hari ini, Dhika dirumah saudaranya di Tegal karena ada acara keluarga. Sebenarnya waktu malam minggu Erfin berniat untuk kerumah Dhka, tapi berhubung Dhika tidak dirumah, Erfin nekad menyusul Dhika kerumah saudaranya di Tegal. Dhika pun bingung melihat kedatangan Erfin secara tiba-tiba kesitu. Akhirnya Dhika pun terpaksa ikut pulang bersamanya.
Seminggu sudah Dhika dan Erfin menjalani aktivitas masing-masing. Tadinya Dhika berfikir kalau Erfin benar-benar sudah tidak akan menghubunginya lagi. Ternyata pada saat malam minggu dia datang, Dhika pun heran terbengong-bengong melihat kedatangannya.
“Ngapain kamu kesini ...?” tanya Dhika kebingungan.
“Ya mau maen lach, nggak boleh ya …?” jawab Erfin sembari bergurau.
“Boleh-boleh aja sich, tapi aku kaget aja lihat kamu tiba-tiba kesini tanpa ngasih tau lebih dulu ama aku …”
“Whahahaha” Erfin tertawa puas melihat kebingungan Dhika, kemudian melanjutkan lagi omongannya yang sempat terputus karena menahan tawanya “Itu semua kejutan untukmu, tau …!!!”
“Resek loe !!!” sambil memukul bahu Erfin saking kesalnya “Udah duduk sini …” lalu meraka berdua pun duduk di beranda rumah Dhika sambil bergurau.
Lama mereka membicarakan hal-hal yang aneh, tentang sekolah mereka, teman-teman mereka, pokoknya semuanya dech. Sebenarnya pada malam tuch juga Erfin mau mengatakan sesuatu yang di anggapnya penting sama Dhika, tapi berhubung Dhika ngomongnya “NGECUIS”, Jadi Erfin canggung untuk ngomong saat itu. Hingga akhirnya Erfin ngomong lewat telephone di kemudian hari.
“Nox, sebenarnya malam minggu kemarin aku mau ngomong hal terpenting ama kamu low …” kata Erfin memulai pembicaraan.
“Oh ya, emang mau ngomong apa …?” tanya Dhika ingin tahu.
“Jujur dari awal waktu aku ketemu kamu dirumah Riky, aku udah ngerasa suka sama kamu, dan kemarin tuch sebenarnya aku mau ngungkapin semuanya.”
“Lha kenapa nggak kamu ungkapin …?”
“Gimana aku mau ngungkapin, kamu aja ngomongnya’NGECUIS’ gitu, aku nggak enak donx ngomongnya”
Dua hari ini, Dhika dirumah saudaranya di Tegal karena ada acara keluarga. Sebenarnya waktu malam minggu Erfin berniat untuk kerumah Dhka, tapi berhubung Dhika tidak dirumah, Erfin nekad menyusul Dhika kerumah saudaranya di Tegal. Dhika pun bingung melihat kedatangan Erfin secara tiba-tiba kesitu. Akhirnya Dhika pun terpaksa ikut pulang bersamanya.
Seminggu sudah Dhika dan Erfin menjalani aktivitas masing-masing. Tadinya Dhika berfikir kalau Erfin benar-benar sudah tidak akan menghubunginya lagi. Ternyata pada saat malam minggu dia datang, Dhika pun heran terbengong-bengong melihat kedatangannya.
“Ngapain kamu kesini ...?” tanya Dhika kebingungan.
“Ya mau maen lach, nggak boleh ya …?” jawab Erfin sembari bergurau.
“Boleh-boleh aja sich, tapi aku kaget aja lihat kamu tiba-tiba kesini tanpa ngasih tau lebih dulu ama aku …”
“Whahahaha” Erfin tertawa puas melihat kebingungan Dhika, kemudian melanjutkan lagi omongannya yang sempat terputus karena menahan tawanya “Itu semua kejutan untukmu, tau …!!!”
“Resek loe !!!” sambil memukul bahu Erfin saking kesalnya “Udah duduk sini …” lalu meraka berdua pun duduk di beranda rumah Dhika sambil bergurau.
Lama mereka membicarakan hal-hal yang aneh, tentang sekolah mereka, teman-teman mereka, pokoknya semuanya dech. Sebenarnya pada malam tuch juga Erfin mau mengatakan sesuatu yang di anggapnya penting sama Dhika, tapi berhubung Dhika ngomongnya “NGECUIS”, Jadi Erfin canggung untuk ngomong saat itu. Hingga akhirnya Erfin ngomong lewat telephone di kemudian hari.
“Nox, sebenarnya malam minggu kemarin aku mau ngomong hal terpenting ama kamu low …” kata Erfin memulai pembicaraan.
“Oh ya, emang mau ngomong apa …?” tanya Dhika ingin tahu.
“Jujur dari awal waktu aku ketemu kamu dirumah Riky, aku udah ngerasa suka sama kamu, dan kemarin tuch sebenarnya aku mau ngungkapin semuanya.”
“Lha kenapa nggak kamu ungkapin …?”
“Gimana aku mau ngungkapin, kamu aja ngomongnya’NGECUIS’ gitu, aku nggak enak donx ngomongnya”
“Ngecuis …? Bahasa mana tuch …? Lagian Kalau nggak enak tinggal kasih kucing aja”
“Ealah, aku serius, NGECUIS tuch artinya ngomongnya nggak berhenti-berhenti, tyuz apa jawabanmu …?”
“Hmmm” Dika menghela napas pelan, kemudian melanjutkan omongannya “Aku akan jawab kalau kita ketemu, beri aku waktu untuk berfikir ya …”
“Oke nox … aku akan selalu menunggumu …”
Dhika orangnya memang tidak bisa di ajak serius, apapun yang dibicarakan pasti di anggapnya sebagai hal yang sepele. Dan saat di tembak Erfin pun Dhika sama sekali tidak meresponnya, karena dari awal dia memang nggak punya perasaan yang lebih sama Erfin.
Hari berganti hari, dan entah kenapa akhir-akhir ini Erfin dan Dhika selalu bertemu meskipun tidak di rencanakan. Dan yang lebih parahnya lagi, Dhika selalu mengalihkan pembicaraan jika Erfin menanyakan jawaban perasaannya. Dhika bingung karena Erfin mantan sahabatnya sendiri yang bernama Gita, tapi Gita malah mendukung mereka agar bisa jadian. Selain Gita, temana-teman dan sahabat-sahabatnya yang lain pun menyarankan untuk coba jalani dulu hubungan itu, siapa tahu dengan berjalannya waktu, rasa sayang itu tumbuh dengan sendirinya.
Seminggu sudah Dhika berfikir, dan kini Dhika akan menjawab perasaan Erfin.
“Nox, sudah seminggu lebih aku menanti jawabanmu. Sudah siapkah kau menjawabnya …?”tanya Erfin tidak sabar.
“Hmmm …” Dhika menarik napas panjang “Jujur aku belum mengenalmu lebih dalam lagi, tapi aku akan mencoba jalani semuanya dulu .” jawab Dhika terbata-bata.
“Maksudmu …? Aku diterima …?” tanya Erfin meyakinkan.
“Ha’a. Tapi tolomg buat aku sayang sama kamu, agar kamu nggak ngerasa kalau cinta mu bertepuk sebelah tangan.” Pinta Dhika.
“Pasti nox, PASTI …” jawab Erfin kegirangan.
Akhinya mereka pun jadian, dan ternyata hari jadi mereka bertepatan dengan ulang tahun Erfin yang ke 18, sungguh kado terindah yang belum pernah Erfin dapatkan selama ini.
Hubungan mereka sungguh sangat membuat orang heran. Mereka memang pasangan yang berbeda dengan pasangan lainnya. Hubungan persahabatan, persaudaraan, dan sepasang kekasih dirangkap jadi satu dalam hubungan yang mereka jalani sekarang. Bayangkan saja, setiap ketemu kadang romantis dan saling memuji, kadang lucu, bahkan kadang juga saling menjelek-jelekan. Saat romantis mereka nggak mau pisah tangan, maunya gandengan tangan terus, saat lucu mereka gokil-gokilan dan narsis pula, saat menjelek-jelekan, pasti yang di bawa-bawa nama sekolah maupun kekurangan masing-masing. Tapi dengan cara seperti itulah rasa sayang Dhika mulai tumbuh dan dia tidak mau kehilangan Erfin seperti saat dia kehilangan Bima.
Hampir satu bulan penuh hubungan mereka tidak ada kendala apapun. Tapi pagi itu Erfin ngomong kalau dia ingin putus sama Dhika. Dhika syok melihat sms dari Erfin, seakan-akan dia nggak percaya kalau yang sms tuch Erfin. Dalam sms itu Erfin mengatakan katanya rasa sayangnya sama Dhika semakin hilang, tapi kalau memang seperti itu kenyataannya, kenapa kemarin-kemarin dia ngelakuin hal-hal yang bikin Dhika sayang sama dia kalau akhirnya dia akan memutuskan Dhika.
“Kenapa kamu ingin memutuskan aku …? Apa semua itu ada hubungannya dengan debat kita yang kemarin …?” tanya Dhika.
“Bukan, tapi rasa sayang aku udah mulai hilang sama kamu, sebenarnya aku ngerasain ini udah lama. Dan aku juga nggak bisa bikin kamu sayang sama aku” kata Erfin menjelaskan.
“Kalau memang begitu,kenapa nggak dari kemarin-kemarin kamu mutusin aku …?”
“Aku takut kamu kecewa dan membenci ku.”
“Kamu salah, justru kalau kamu ngomong sekarang, aku benar-benar benci sama kamu. Kamu tahu kenapa ? Karna sekarang aku sudah mulai menyayangimu.”
“Apa …?”
“Nggak usah kaget gitu, kamu pasti sekarang merasa puas udah bikin hati aku sakit, iya kan …?”
“Bukan begitu, tapi …”
“STOP … Aku nggak mau dengar apa-apa lagi dari mulut mu.”
“Maafkan aku, sekarang aku ngerasa bersalah karna udah bikin kamu menangis hanya karna aku.”
Hati Dhika benar-benar teriris, hampir seharian penuh Dhika menangis.
“Kenapa disaat aku sudah mulai menyayanginya, dia tega ninggalin aku gitu aja… aku nggak kuat nahan air mata ini, dia benar-benar udah bikin aku ngeluarin air mata yang selama ini nggak pernah aku keluarin semenjak putusnya aku sama Bima. Aku nggak akan ngelupain hari ini, hari dimana aku nangis buat orang yang nggak pernah menghargai perasaan orang lain. Aku nyesel pernah kenal dan sayang sama dia.”
Itulah kata terakhir yang di ucapkan Dhika semenjak hubungannya dan Erfin berakhir. Dan kini Dhika tidak percaya lagi dengan omongan cowok yang suka sama dia. Sekalipun dia begitu baik, tapi cowok tetaplah cowok. Bagaikan ikan, meskipun sudah di beri ikan yang enak, tapi kalau ada ikan asin pasti akan tergiur juga, sama halnya dengan cowok.
Hargailah orang yang menyayangimu dan selalu ada buatmu sekarang, sebelum kamu kehilangan dia dan merasakan sayang yang lebih dari sayangnya kepadamu. Sakit memang kehilangan orang yang sangat kita sayangi. Tapi percayalah, kebahagiaan akan datang menghampirimu dengan sendirinya. Jadi jangan menyerah kalau kebahagiaan yang kamu inginkan itu belum juga kamu dapatkan, tetaplah berusaha untuk mewujudkannya.
CAYO !!!!!!!!!!!!!.................
Tidak ada komentar:
Posting Komentar